Photobucket

Melihat senyumu, bagaikan melihat pelangi di tepi awan
Mendengar suaramu, bagaikan mendengar alunan nada syair kesejukan
Aku melihat masa depanku ketika kau tersenyum
Aku mendengar melodi yang mengalun halus ketika mendengar suaramu

Kau bagaikan arsitek yang merangkaikan masa depan untkku
Kau bagaikan pohon rindang yang selalu menjadi tempatku berteduh
Kau selalu mengundang hatiku untuk dapat menjadi sepertimu
Kau selalu menyentuh jiwaku ketika seuntai cerita teralir di telingaku

Seandainya aku mampu, akan ku torehkan kebanggaan untukmu
Seandainya aku layak, akan ku sentuh jiwamu dengan kesolehanku
Seandainya aku bisa, akan ku berikan setengah dari hidupku untukmu
Seandainya aku bukanlah aku, akan bukakan pintu surga seluas kasih sayangmu padaku

Ayah,, aku hanya setetes air keruh yang tercampur dengan butiran-butiran asa yang kecil
Ayah,, aku hanya seekor siput yang berusaha berlari mengejar masa depan yang pernah kau rangkai
Aku ingin seperti ayah,,
Aku ingin menjadi ayah seperti ayah,,

bahkan aku hanya mampu berpuisi untuk ayah..
bahkan aku hanya bisa memberi apa yang tidak pernah kau inginkan..
ayah akan selalu menjadi ayahku,,
ayah akan selalu menjadi ayah melebihi ayah manapun,,

sejauh apapun aku berlari,,

setinggi apapun aku terbang,,

ayah adalah ayah yang selalu menjadi ayah di hatiku..

Originaly created by Irfan

Father’s Image copied from Cristina Byvik