photo 16926807-sketch-of-rich-woman-in-retro-clothes-lady-in-vintage-dress-hand-drawn-modern-woman-silhouette_zpsdda728b3.jpg

Sesosok gadis muda berlenggak lenggok bak penari di jalan raya
Wajahnya sempurna
Raganya berbalut nama nama ternama

Dia
Pada hatinya kuhadiahi cinta dengan ketulusan luar biasa
Walau kutahu aku manusia kelas dua
Walau dia berkata kami beda kasta

Aku sang manusia hina
Yang tak pernah dipandang walau sebelah mata
Iya. Aku rakyat jelata.
Tak mampu membelikannya kereta kuda bertahta permata.

Kenapa kau begitu buta pada harta?
Apakah berjalan disore hari dan menghabiskan bekal bersama
Lalu aku berdendang lagu satu dua
Kemudian kau tertawa
Tak bisa diartikan bahagia?

Kenapa bahagiamu ada pada istana?
Pada pelayan yang setia dari pukul lima
Pada kereta kereta kencana berpengawal tiga
Tidakkah itu menjemukan dan bak terpenjara?

Ayolah kita berkelana saja
Menikmati libur di taman sederhana
Kan kubelikan kau dua gula gula
Tak mahal. Tapi lebih manis dari bualan bualan buaya berkereta kuda..

Karya Dydyl