HANYA MENGANDALKAN KASIH SAYANG KELUARGA DAN SAHABAT
Photobucket

Pagi ditemani mentari

selimut yang tebal dikala udara dingin terus menyengat selalu menemani,

alarm pun berbunyi

jemari menari membuka sms dari siapakah ini?

namun hanya home screen yang didapati.

Suatu istilah yang menunjukan seseorang yang tidak memiliki pasangan, itulah jomblo. Secara harfiah jomblo berarti seseorang yang tidak mempunyai pacar, itu menurut orang lain, tapi bagi saya jomblo adalah seseorang yang bisa hidup tenang dan bahagia dengan hanya mengandalkan kasih sayang keluarga dan sahabat, itulah jomblo menurut saya. Saya benar-benar merasakan apa yang mereka rasakan karena saya salah satu dari mereka dan saya pun yakin mereka merasakan apa yang saya rasakan. Kita hidup benar-benar hanya mengandalkan kasih sayang keluarga dan sahabat, kita tidak pernah gelisah jika lupa membawa handphone, kita tidak pernah mengemis kepada seseorang untuk mengatakan atau mengirim sms “sudah bangun belum”, “sudah solat belum”, “sudah makan belum” dan kita benar-benar tidak masalah dengan itu.

Banyak orang yang merendahkan Jomblo karena statusnya yang masih single, dengan alasan bahwa jomblo itu tidak laku. Saya coba menganalisa semua ini, tidak semua jomblo bermuka jelek, bahkan ada sahabat saya, dia anggota boyband, dia sangat tampan, tapi dia jomblo. Banyak wanita yang menyukainya dan itu berarti dia bukan tidak laku, tapi dia belum menemukan orang yang tepat. Faktor selanjutnya yaitu tidak ada kesempatan. Ada seorang lelaki yang tampan, dari sisi keuangan dia sudah mapan, dia sudah siap untuk menikah, namun dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tidak sempat melakukan pendekatan kepada seorang wanita, ketika dia sudah siap untuk mencari calon pendampingnya, dia kebingungan karena lingkungannya tidak mendukung untuk menemukan wanita yang ia idamkan. Meskipun sudah saya jelaskan semua ini, saya yakin kalian yang sedang membaca blog ini tetap melihat jomblo sebagai seorang yang berada dibawah tingkatan kalian. Yang saya tidak mengerti, mereka yang sudah berpasangan mengasumsikan bahwa jomblo itu rendah, tetapi mereka yang berpacaran sering mengumbar kemesraan di social media seolah-olah semua orang harus tau akan kemesraan yang sedang mereka jalin, bahkan ketika bertengkarpun mereka umbar didepan banyak pengguna social media, menurut saya itu jauh lebih rendah.

Kami tidak pernah berharap banyak dengan apa yang tuhan hadiahkan kepada kami, mungkin jika suatu saat tuhan memberi hadiah seorang pasangan yang sangat sempurna dimata kami, kami akan sangat bahagia, karena itu spesial. Kami hanya mengulur apa yang mungkin menurut kalian itu biasa menjadi sangat spesial bagi kami. Disamping itu kami bisa bermain dengan teman sekantor kami, kami bisa memilih wanita mana yang akan kami ajak.

Namun begitulah kehidupan, tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih buruk, terkadang kami mengeluh karena tidak ada sms yang membuat kami semangat, terkadang kami mengeluh ketika mendapat masalah dan membayangkan “seandainya ada dia disisiku”, terkadang kami mengeluh pada Tuhan “kapan Kau menghadiahkan itu padaku”. Saya yakin kalian pun sering mengeluh untuk mendapat kebebasan dari pasangan kalian, mengeluh karena merasa lelah harus menjemput dan mengantar setiap hari, mengeluh karena kesal ketika menemani pasangan kalian belanja. Saya pernah merasakan keduanya, tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih buruk. Saya pun sedang proses untuk meninggalkan statusku yang sekarang, saya sangat menikmati prosesnya dan hasilnya, who knows. Yang pasti jika suatu saat saya sudah meninggalkan jauh-jauh statusku yang sekarang, saya akan tetap memandang kalian sebagai seseorang yang jauh lebih baik dariku, karena kalian bisa hidup dengan hanya mengandalkan kasih sayang keluarga dan sahabat.