Dulu waktu jaman kuliah aku selalu berharap bisa berkumpul diacara reuni SD atau SMP, ingin melihat sejauh apa obrololan dan sedalam apa pemikiran kita, sepertinya seru jika itu terjadi. Tapi keadaan berubah ketika aku sadar perempuan yang aku inginkan dimasa itu, sekarang sudah berkeluarga. Gak sedangkal itu juga sih isi kepalaku, aku cukup senang teman SDku berkumpul dalam satu grup whatsapp namun dari situ aku sadar keinginanku untuk bertemu mereka dengan harapan seperti yang aku sebutkan di baris pertama dan kedua di paragraf ini, itu hanya imajinasiku saja. Bagaimana tidak, obrolan di grup whatsapp sungguh membosankan, orang-orang berbahasa sopan, pembahasannya tidak penting, joke-joke-nya gak cocok , tiap aku nge-joke mereka secara otomatis bilang “kamu parah fan” atau “hush jangan gitu ah” come on men! Kita bukan anak kecil lagi, aku percaya sense of humor kita bukan sebatas ngetawain gambar atau video dagelan di internet. Ternyata menerima orang yang sekarang sudah tidak seasik dulu itu tidak mudah ya.

Apasih yang ingin kamu omongin? Apasih yang ingin kamu pamerin? Meskipun dulu aku tergolong seorang anak guru bodoh yang sering dibully dan kenyataannya sekarang kondisiku jauh lebih baik, aku gak begitu antusias untuk pamer. Aku gak ada hasrat untuk menikmati udara segar dibalik kata pujian semacam “kamu beda banget ya fan” atau “wah sekarang kamu udah sukses ya” seakan-akan kamu pikir hidupku lebih baik darimu, padahal kamu hanya kurang mengenalku saja. Jika berkumpul dengan kawan-kawan lama dan isi obrolannya hanya sebatas “hai, apa kabar? Sekarang sibuk apa?” itu sering aku dapatkan dari teman kuliah yang berantusias ngeprospek MLM dan sepertinya obrolan dia lebih berbobot, meskipun pahit rasanya ketika ada seorang sahabat SMP yang sudah lama tidak berjumpa tiba-tiba menanyakan kabar padahal dia hanya ingin nawarin kredit mobil untuk bisa tetep keep up di tempat kerjanya.

I hate facing people that they don’t realy want to see me, bertemu lalu aku harus menyapa sementara kenyataannya aku tau bagi mereka bertemu denganku itu bukan hal yang penting tapi jika aku cuek aku akan dicap sebagai orang yang tidak sopan, dari pada terjebak dalam situasi seperti itu, lebih baik melakukan hal lain yang lebih penting, sperti tidur misalkan, atau nonton kartun mungkin. Sadar atau tidak, obrolan yang asik itu hanya akan didapatkan ketika kita ngobrol sama orang yang punya ikatan spesial minimal seorang sahabatlah, atau bisa juga ngobrol sama orang yang waktu dulu pergaulannya jauh diatas kita, jika ada orang seperti itu ke acara reunian, bisalah aku paksakan untuk datang. Sejauh ini jika aku ingin bertemu dengan teman lama, ya janjianlah, karena bagiku tidak ada batasan atau jadwal kusus untuk bertemu dengan orang yang punya ikatan spesial dengan kita. Bukan berarti aku membenci reunian namun mungkin kamu cukup lumrah dangan percakapan seperti “kamu mau datang ke acara itu gak? Kalo kamu datang, aku juga datang.” ya itu berlaku untuk kamu yang belum berkeluarga. Jika datang ke acara reunian ditemani pacar atau istri lalu karena disana gak ada temen yang spesial dan ujung-ujungnya ngobrol sama orang yang kita bawa, ngapain?.